August 23rd, 2007 by timpakul
subuh di kota kayu
rumah ibadah menggemakan panggilan
embun belum usai membahasi rerumputan di tepi sungai yang menghitam
seorang ibu berbaju jingga dengan sebuah sapu lidi membersihkan debu jalanan
sepeda motor menderu dengan keranjang sayur menggantung
sebuah pesan singkat urai mimpi kelam
geliat pagi dalam sebuah gelisah jiwa
keinginan untuk menapaki kehidupan baru
menjelajah pada ruang berbeda
ingin jiwa raih damai berkehidupan
:sebuah pesan yang tak pernah tersampaikan
Posted in jejak | No Comments »
June 20th, 2006 by timpakul
lipatan kain tutupkan rambut sebahu
bibir mungkin merekah dalam sebuah senyum keraguan
cincin emas putih bisikkan pesan kebimbangan
:ia jiwa tubuhnya
rengkuhan kasih dibelenggu martabat
di ruang kecil jelaga nama baik
sirat mata hampakan sebuah impian
:ia jiwa tubuhnya
berbaringlah
esok pagi pastilah sebuah cahaya akan hadirnya
ceritakanlah
pada seekor gagak hitam yang terbang rendah kitari kemewahan
bisikkanlah
kata mesra di selimut perselingkuhan
:ia jiwa tubuhnya
kenikmatan keduniaan
gairah ketabuan
:ia jiwa tubuhnya
bagi sebuah sayang
diantara gelimang kegelisahan
[20060618:21.33]
:: bagi mentarijiwa memendam belaian kerinduan
Posted in jejak | No Comments »
October 17th, 2005 by timpakul
terlalu berat merangkak
diantara angkuhnya hutan mal
disela anak tikus yang mengais sisa sahur
ingin berjalan
mengarah pada ruang hampa
yang hilangkan beban jiwa
saatnya berlari
tinggalkan mimpi
:tuju kemapanan
[ 051016 : 14.30 ]
:: berpindah ke ruang http://timpakul.hijaubiru.org/
Posted in jejak | No Comments »
June 27th, 2005 by timpakul
Berada di jantung gerakan lingkungan hidup Indonesia, justru tak terasa lagi detakannya. Rutinitas. Pekerja. Nyawa dan nafas kehidupan belumlah dirasakan. Mungkin karena tak terasa lagi gejolak dan gairah kehidupan disini. Desiran darah juang tak lagi nampak. Kembali pada ruang sempit. Sementara di luar, gejolak anak manusia berlomba bertahan untuk hidup. Di antara semakin pekatnya udara kota. Diantara nyanyian bus kota.
Posted in jejak | No Comments »
March 25th, 2005 by timpakul
putar
bakar
menyala perlahan
merah
panas
bara tertahan
hati terbelenggu
diri terkuncikan
naluri termatikan
hangatlah cita
memuailah impian
menyublim mimpi
[di_tepian_karang_mumus_050325]
Posted in langkah | No Comments »
March 24th, 2005 by timpakul
sepi
menyepi
hari ini
geliat
gelisah
menggerayang diri
Posted in jejak | 2 Comments »